Sorong, NEWSNTT.COM - Pemerintah Kabupaten Maybrat akhirnya turun tangan memberikan dukungan finansial terhadap pembangunan asrama mahasiswa Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/i Yukase (IKPERMAY) di Kota Sorong, Papua Barat Daya. Bantuan sebesar Rp150 juta diserahkan langsung oleh Bupati Maybrat, Karel Murafer, SH., MA., di Kilometer 10, Sorong, Sabtu (10/01/2026). Bantuan ini disaksikan para mahasiswa, tokoh masyarakat, dan pengurus organisasi mahasiswa Sorong Raya.
Mahasiswa adalah aset masa depan daerah dan tulang punggung pembangunan Maybrat. Pemerintah daerah punya tanggung jawab moral memastikan mereka punya fasilitas tinggal yang layak, aman, dan mendukung proses belajar,” kata Bupati Karel Murafer dalam sambutannya.
Ia juga menegaskan, bantuan hibah tersebut bukan sekadar dukungan seremonial, tetapi bentuk komitmen pemerintah Kabupaten Maybrat untuk hadir dalam kebutuhan dasar mahasiswa.
Ini bukan bantuan biasa. Ini komitmen. Kami ingin memastikan mahasiswa tidak lagi dipusingkan urusan tempat tinggal, tetapi bisa fokus kuliah, berprestasi, dan kembali membangun daerah,” ujarnya.
Bupati berharap dana tersebut dikelola secara baik dan transparan agar bisa mempercepat penyelesaian pembangunan asrama IKPERMAY yang tengah berjalan.
Mahasiswa IKPERMAY: Asrama Ini Berdiri dari Keringat Kampung, Bukan Sekadar Hibah Pemerintah jadi Di balik penyerahan bantuan pemerintah, mahasiswa IKPERMAY menegaskan bahwa pembangunan asrama ini bukanlah inisiatif instan.
Asrama tersebut sudah berjalan sejak 2024 dan dibangun dengan keringat masyarakat kampung di Distrik Ayamaru Utara melalui Dana Kampung.
Ketua IKPERMAY, Jois Saba, mengungkapkan bahwa pembangunan asrama dimulai dari kebijakan masyarakat adat yang rela mengalihkan Dana Kampung demi masa depan mahasiswa.
Asrama ini bukan tiba tiba ada karena bantuan hibah. Asrama ini berdiri dari hati orang tua di kampung. Sebanyak 11 kampung di Distrik Ayamaru Utara memberikan Dana Kampung untuk kami mahasiswa. Jumlahnya Rp110 juta, masing-masing kampung menyumbang Rp10 juta,” ujar Jois.
Ia merinci kampung penyumbang dana tersebut, antara lain Kampung Yukase, Yohafak, Aus, Tiwit, Setta, Hohoyar, Karetubun, Arne Timur, Yubiah, Kfa, dan Serma.
Keputusan itu sudah dibahas kepala distrik dan para kepala kampung sejak 2023. Setelah dana terkumpul, kami langsung beli tanah ukuran 40×20 meter dan mulai bangun asrama sejak April 2024,” katanya.
Namun hingga kini pembangunan masih jauh dari selesai jadi sampai hari ini baru tahap pasang seng. Masih banyak kekurangan. Masih banyak kebutuhan.
Tapi kami maju terus karena ini rumah harapan mahasiswa Maybrat di Sorong,” ujar Jois.
Dengan nada tegas, Jois juga mengingatkan pemerintah agar tidak hanya ramai menyalurkan hibah ke organisasi lain tanpa memperhatikan perjuangan mahasiswa.
Pemkab Maybrat jangan hanya sibuk membagi hibah ke organisasi-organisasi yang tidak jelas manfaatnya
Lihat kami mahasiswa Ayamaru Utara yang sedang berjuang membangun asrama pakai Dana Kampung dan ini bukti kepedulian rakyat kepada pendidikan,” katanya.
Menurut Jois, Dana Kampung sejatinya diperuntukkan bagi pembangunan fisik kampung. Namun masyarakat memilih mengutamakannya untuk masa depan pendidikan generasi muda.
“Dana Kampung itu sebenarnya bukan untuk bangun asrama mahasiswa. Tapi karena orang tua kami sangat peduli, mereka serahkan tanpa ragu demi kami bisa punya tempat tinggal dan bisa kuliah dengan tenang,” tuturnya.
Simbol Kepercayaan, Harapan, dan Tuntutan kepada Pemerintah Mahasiswa IKPERMAY menilai asrama ini bukan sekadar bangunan beton, melainkan simbol kepercayaan masyarakat kampung kepada mereka. Sekaligus menjadi pesan keras kepada pemerintah agar lebih serius memperhatikan pendidikan.
Asrama ini adalah mandat rakyat. Ini harapan orang tua di kampung yang ingin melihat anak anak mereka tidak terlantar di kota. Karena itu kami berharap bantuan pemerintah tidak berhenti pada angka Rp150 juta saja, tetapi juga komitmen keberlanjutan,” tegas Jois.
Pemerintah Kabupaten Maybrat memastikan akan terus mendorong peningkatan kualitas SDM melalui kebijakan pendidikan, termasuk mendukung mahasiswa yang tengah menimba ilmu di luar daerah
Namun bagi mahasiswa IKPERMAY, perjuangan membangun asrama ini ingin dikenang sebagai kisah keberanian, kebersatuan, dan kepedulian kampung terhadap masa depan generasi muda Maybrat.
Asrama ini lahir dari kasih rakyat dan baru kemudian disempurnakan pemerintah,” ujar salah satu mahasiswa IKPERMAY.
( Jensen Segeit )
