NEWSNTT – Pelaksanaan ritual adat Pasola di Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, yang seharusnya berlangsung sakral dan penuh nilai budaya, justru diwarnai insiden kericuhan. Aksi saling lempar batu antar peserta terjadi di tengah arena, membuat suasana Pasola berubah menjadi kacau.
Peristiwa tersebut terekam dalam siaran langsung Facebook dan menyebar luas di media sosial. Ribuan orang menyaksikan kejadian itu secara real time, sehingga insiden yang terjadi di lapangan tidak lagi menjadi peristiwa lokal, melainkan langsung menjadi perhatian publik secara luas.
Dalam video yang beredar, lapangan Pasola tampak berubah menjadi arena ricuh. Sejumlah orang terlihat berlarian menghindari lemparan batu yang melayang dari berbagai arah. Penonton di pinggir arena pun tampak panik, sementara situasi di lokasi berlangsung tegang dan sulit dikendalikan.
Tradisi yang Semestinya Bermartabat Berujung Ketegangan
Pasola dikenal sebagai ritual adat yang memiliki makna spiritual dan menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Sumba. Tradisi ini selama bertahun-tahun menjadi kebanggaan daerah serta daya tarik wisata budaya yang selalu dinantikan.
Namun kejadian hari ini menimbulkan keprihatinan, karena ritual yang seharusnya dijaga kehormatannya justru berubah menjadi tontonan yang memperlihatkan kekerasan terbuka.
Ketegangan yang terjadi di arena membuat jalannya Pasola terganggu dan memunculkan kekhawatiran akan keselamatan peserta maupun penonton yang berada di sekitar lokasi.
Pengamanan Tampak Kesulitan Mengendalikan Situasi
Dalam rekaman siaran langsung, aparat keamanan terlihat berada di area pelaksanaan. Namun eskalasi kericuhan berlangsung cepat. Lemparan batu yang terjadi berulang kali menunjukkan bahwa kondisi lapangan tidak sepenuhnya terkendali.
Kericuhan tersebut menimbulkan sorotan terhadap kesiapan pengamanan serta pengaturan jalannya ritual, mengingat Pasola melibatkan massa dalam jumlah besar dan berlangsung di ruang terbuka yang rentan memicu benturan.
Citra Pasola dan Pariwisata Sumba Terancam Tercoreng
Insiden ini menjadi perhatian serius karena Pasola bukan hanya agenda adat, tetapi juga bagian dari promosi budaya Sumba Barat di mata nasional bahkan internasional. Ketika kericuhan terjadi dan tersebar luas di media sosial, citra Pasola sebagai tradisi bermartabat berpotensi tercoreng.
Jika kejadian serupa terus berulang, Pasola dikhawatirkan akan lebih dikenal karena sisi ricuhnya, bukan karena nilai budaya dan spiritual yang menjadi inti tradisi tersebut.
Belum Ada Keterangan Resmi Pihak Terkait
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak adat maupun aparat keamanan terkait penyebab pasti kericuhan, langkah penanganan di lapangan, serta tindak lanjut yang akan dilakukan setelah kejadian tersebut.
Namun satu hal menjadi catatan penting:
Pasola Lamboya hari ini tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar tentang marwah tradisi dan kesiapan pengamanan dalam menjaga ritual adat tetap sakral dan aman.
Tim Redaksi
