SUMATRA UTARA,NEWSNTT.COM - Diharapkan kepada semua elemen masyarakat Dairi khusus nya yang terkait kasus pelemparan di Polres Dairi untuk tenang dan menahan diri ,tidak membuat reaksi sendiri yang memperburuk keadaan sembari menanti proses hukum yang sedang berlangsung di Polres Dairi ,17/11/2025.
Bahwasanya telah diketahui pada 12/11/2025 lalu terjadi kasus pelemparan Polres Dairi dengan batu,botol, dan cabai giling oleh massa yang menuntut agar pelaku perusakan PT Gruti yang ditahan di Polres Dairi dibebankan saja. Pada Rabu 12/11/2025.
Hal tersebut disampaikan oleh seorang Dosen Fisipol Universitas Medan Area,Dr Dedi Sahputra MA mengatakan supaya semua elemen masyarakat Dairi dan pihak yang terkait pada pelemparan Polres Dairi untuk mengedepankan sikap tenang dan menahan diri dan tidak terpancing emosi terhadap kejadian tersebut.
" Dialog secara terbuka sangat perlu dilakukan dan duduk bersama sehingga persoalan dapat diselesaikan dengan cara yang baik, " harap Dr Dedi Sahputra MA.
Sementara itu Kasie Humas Polres Dairi , Ipda Rinkon Manik menerangkan kronologi pelemparan batu di Polres Dairi bahwa Akibat aksi massa di Polres Dairi tersebut sehingga sejumlah personil Polres Dairi mengalami luka luka ringan dan berat pada saat massa melepari Di Mapolres Dairi.
" Seluruh personel Polres Dairi mengalami luka ringan dan dua diantaranya mengalami luka berat karena luka di bagian kepala serta telinga robek dan harus dibawa ke RSUD Sidikalang untuk perawatan medis, " Jelas Ipda Rinkon Manik.
Polres Dairi dan jajarannya telah menjenguk personil Polres Dairi yang sedang dirawat , semoga tidak ada cedera yang serius dan menghimbau semua elemen masyarakat Dairi tenang , menahan diri sembari menanti proses hukum yang sedang berlangsung.
( EKO )
